Jumat, 16 April 2010

FRIENDS part 3 -amalia mustikatamara-

OKE LET’S WE SEE, INI BAGIAN TERAKHIR DRI PART 2


“baiklah ini adalah sebuah lagu yang aku persembahkan untuk seorang perempuan, dia adalah orang yang berharga bagiku, lagu ini untukmu Cotie” kata justin

“cotie?” kata demon dengan aneh
“apa cotie?” teriak semua adek kelas

OKE INI DIA FRIENDS part 3


“nama yang aneh”kata george
“wah namanya kayak anjing ya”kata jeanny

Demon, kevin, george dan jeanny binggung dengan perkataan yang di katakan oleh justin. Merekapun saling bertanya-tanya mengapa lagu itu di berikan kepada perempuan yang namanya sangat mirip dengan nama yang lucu unduk anak anjing. Sedangkan clara hanya terdiam mendengar perkataan dari justin dan melihat carol.

Carol yang mendengar perkataan justin tadi langsung terdiam dan merasa tidak percaya, apalagi justin menyanyikan lagu yang berjudul FIRST KISS, lagu itu adalah lagu kesenangan dari carol dan semua temannya tidak tau itu, hanya justin lah yang tau lagu itu adalah lagu kesukaan dari Carol. Dan carol teringat kata-kata yang di ucapkan oleh justin adalah nama “COTIE” nama itu adalah nama yang di berikan oleh justin kepada carol. Layaknya nama kesayangan untuk carol.

Saat justin menyanyikan lagu first kiss, demon, kevin, george dan jeanny sangat merasa terhibur dan menyukai lagu itu juga.

~satangcheoreom dalkohal geot gata
~waenji akisia hyangkido nal geot gata
~hyangkie chwihae beorikka bwa geuge geokjeongi dwae

Carol pun tak tahan untuk mendengar suara justin, dan berlari menuju taman sekolah, dia pun tidak perduli dengan kakinya yang sakit. Clara orang yang pertama kali melihat tingkah carol pun binggung dan langsung mengejarnya begitupun dengan george, demon, kevin dan jeanny. Justin pun, yang ada di panggung saat menyanyi lagu itu selallu melihat carol saat carol pergi, dia pun turun dari panggung dan berusaah juga untuk mencarinya.

Carol pun duduk di ayunan taman sekolah, ekspresi mukanya seperti ingin menangis tetapi ia tahan, matanya berkaca-kaca dan membuat ke lima temannya binggung.

“kamu kenapa lline?” tanya kevin
“alline, kamu kenapa lari?” kata george
“oh, tadi? Aku itu rasanya kayak kebelet tapi wktu aku duduk di sini jadi gk lagi deh” jawab carol
“kenapa matamu kayak gitu?” tanya demon
“kakimu masih sakit?” kata jeanny
“kamu ada masalah?” tanya kevin
“enggak kok” jawab carol sambil melihat muka clara

Clara pun melihat muka carol yang terhilat seperti tidak tahan untuk menangis dan dia pun mengajak carol untuk ke wc sekolah dan meninggalkan ke empat temannya di taman.

Saat mereka pergi, tak di kira justin berada di taman itu

“dek, carol mana?” tanya justin
“emang kenapa kak?” tanya demon
“enggk dia mana?” tanya justin lagi
“dia di wc kak” kata george
“oh, makasih ya” jawab justrin
“iya kak” kata kevin
“kakak yang aneh” sambung george

Dengan cepat justin ingin menghampiri carol, tetapi ternyata carol dan clara tidak ke wc sekolah, mereka hanya berakting dengan ke empat teman mereka, mereka itu pergi ke halaman belakang sekolah yang jarang sekali orang datang kesana.

“kamu kenapa lline?” tanya clara
“gk apa-apa kok, cman mau nangis doang” jawab carol
“gk apa-apa kok nangis, emang kenapa? Siapa cotie?” tanya clara
“Enggk kok, enggak” kata carol

Clara pun ingin membuat carol bercerita dengannya, sedangkan justin masih berusaha mencari mereka yang ternyata saat dia liat tidak ada di wc. Dia pun berusaah untuk mengelilingi sekolah. Dan akhirnya justin bertemu mereka di halaman belakang sekolah itu

“carol” teriak justin
“aku pergi ya” kata clara
“clar jagan tolong” jawab carol
“gk, aku pergi oke” kata clara
“lline, tolong denger dulu.” Kata justin
“denger apa?” jawab carol
“kaki kmu masih sakit?” tanya justin
“gk usah perduli aku” jawab carol

Carol berusaha untuk berdiri, tapi kakinya terasa sangat sakit, karena dia tapi berlari.

“sini, aku bantu” kata justin
“engk usah justin, gk usah”kata carol
“lline”teriak justin
“aw..”teriak carol
“sini duduk, aku obatin dulu”kata justin
“gk perlu”jawab carol

Dengan terpaksa justin menyuruh carol untuk duduk dan justin mengobati luka carol. Saat dia buka perban luka kakinya, ternyata, lukanya sangat besar dan darahnya mengalir sangat banyak. Karna carol tidak sanggup dengan yang namanya darah, dia hanya menutup mata saat justin mengobatinya. Justin pun merasa bersalah mengingat kejadian tadi pagi saat di kantin, dia jadi membenci heron karena heron sudah membuat carol sakit.

“sudah selesai lline, darahnya udah gk ada lagi”kata justin
“aw, sakit tau”kata carol
“maap, sini aku bantu berdirinya”kata justin
“aduh”teriak carol
“masih sakit? Udah sini aku bantu, kamu mau kemana?”kata justin
“temenin aku temuin temenku sekarang”kata carol
“tapi alline ....”jawab justin
“apa?”tanya carol
“maafin aku. Aku gk bermaksud buat ...”kata justin
“oh itu, udah lupain aja lah, kita bisa kan jadi kakak adek aja, aku udah rela klo kmu sama dia, aku gk apa kok, tpi tolong temuin aku dengan temenku”jawab carol

Mereka pun sampai di halaman belakang, teman carol yg laki-laki tidak percaya kalau justin menolong carol yng merasa kakinya sakit.



“loh, kok” kata kevin
“lline, lo gk apa?” kata demon
“kak, dia kenapa?” tanya george
“oh, tdi darahnya ngalir, aku bersiin tadi, kan dia takut darah?” jawab justin
“a? Kok kakak tau dia takut sama darah?” tanya jeanny
“gk aku cman ,,,” jawab justin
“george, anterin aku pulang yok, bentar lagi kan bel” kata carol
“lline, aku bisa nganterin kamu kok” kata justin
“gk tin, gk usah ntar klo george gk bisa aku jga bisa naek taksi kok” jawab carol
“tapi lline...” kata justin
“yok clar ntar lgi mau bel, kita ambil tas yok” kata carol
“oh, i iya lline” jawab clara
“eh, ayo, kok diem sih, ayo ke kelas” kata carol
“iya lline” kata demon dan kevin
“iya” kata george

Sementara itu justin pun tertinggal sendirian di halaman itu, dia merasa sangat menyesal, dan tidak ingin melupakan kejadian tadi, dia tidak menyangka kalau sebenarnya carol salah paham dengan dirinya.

“woi, justin, kok lo tadi langsung turun aja, ada apa? Angin topan lewat ya?” kata heron

Brukkk
Bbuukkk

Tak disangka justin menonjok Heron dengan keras, dia melakukan itu karena dia marah dengan heron yang sudah buat bcarol jatuh tadi pagi

“lo kenapa tin? Kok gini” kata heron
“lo mau tau kenapa?” kata justin
“gue salah apa tin?” tanya heron
“ini pembalasan gue karna lo udah buat cewek tadi yg di kantin sakit sampe nangis jerit-jerit di depan muka gue. Lo rasain sekarang apa yang dia rasain sekarang, puas lo selalu gk mau minta maap sama orang” jawab justin

Justin pun meninggalkan heron dan berusaha cepat untuk mengambil tasnya, maksudnya jika bisa dia ingin mengantar carol pulang.

Saat di kelas, kevin, dan demon binggung dengan hal yang di lakukan oleh carol, mereka tak menyangka dengan mudahnya carol memanggil nama justin dengan santainya tanpa memanggil namanya dengan tambahan senior, atau kakak. Karena carol itu adalah teman mereka yang paling muda, umurnya baru 13 tahun, sedangkan mereka 14 tahun, dan justin itu 15 tahun.
Sedangkan george dan Jeanny binggung karena saat meliahat justin membantu carol jalan, mereka sudah seperti orang yang sudah lama kenal dan mereka pun tudak menyangka hal itu akan terjadi

“ayo pulang” kata carol
“ha?” kata demon
“iya demon, ini saatnya pulang” jawab carol

“hm, george gk usah binggung tadi, heheh aku gk mau jga kok kamu anterin, katanya kamu sma clara ada tugas kelompok berdua, ya udah, pergi berdua sana”kata carol
“tapi, gk gitu jga sih lline, gk apa, kan tugas itu di kumpulnya lama” jawab clara
“gk lah, gk apa lagi, maafin aku ngerepotin”jawab carol

“nah kamu jean kan katanya kamu mau makan ice-cream udah janjian sama demon, udah saan ke mall haha” kata carol
“ehm, kamu mau ikut? Ayo, kan demon jga punya mobil” kata jeanny
“iya lline ikt ya” sambung demon
“gk usah ntar kan kalian mau ke mall, psti jalan-jalan. Kakiku masih sakit tau” jawab carol
“nah lline sama aku aja pulangnya, kan aku ini ada les musik buat ntar tes, kan arahnya mau ke rumahmu jga” kata kevin
“oke, aku sama kevin aja deh” jawab carol
“oh, ya udah, hati-hati ya” kata george dan clara
“iya daadaddaaaa” kata carol

Akhirnya carol pun pulang dengan kevin dengan menaiki motor sport milik kevin, karena kevin tau carol pasti tidak tahan dengan rasa sakit di kakinya, kevin berusaha untuk ngebut.

Tetapi saat di pertengahan jalan, tiba-tiba ada motor yang menyalibnya. Kevin binggung dan langsung mengerem dengan cepat.


“woi, enak aja lo maen nyalib ,dasar lo” kata kevin
“udah biarin orang ngebut jalanan dia” jawab carol

Tiba-tiba orang yang menyalib motor kevin pun turun, dan dia membuka helmnya, ternyata orang itu adalah justin.






“lline, turun darimotor itu sekarang” kata justin
“tapi lline ......” kata kevin

___________________________________________________

BERSAMBUNG

TUNGGU PART BERIKUTNYA

FRIENDS part 2 -amalia mustikatamara-

OK. Mari kita liat cerita sebelumnya di part 1

"kamu enggk apa-apa kan?" kata justin sambil memberikan tangannya yg bermaksud buat membantu carol buat berdiri layaknya seorang pangeran yang ingin menjemput putrinya....

Oke , Now this is FRIENDS part 2

“Ayo, sini aku bantu berdiri” kata justin
“Gk, perlu kok” jawab carol
“sini lline gue bantu lo, berdiri” kata demon

Lalu Carol pun di bantu oleh Demon untuk berdiri, sedangkan justin terdiam karena terasa tercampahkan

“maafin temen aku ya dek, dia orangnya emang terkadang gk terlalu suka dengan kata maaf, apalagi kalo kita nyuruh dia ngomong kata itu” kata justin
“oh gk apa kok kak” kata george
“eh kak laen kali suruh tuh temennya biar bisa ngomong itu, enak aja maen marah doang, yg harusnya marah itu kita” kata kevin
“dah yok lline, sini aku bantu” kata jeanny
“sini llie” sambung clara
“udah ayok kita ke kelas sekarang” kata demon

Mereka pun langsung meninggalkan justin dan juga kantin, justin pun hanya terdiam dan kem,bali ke kelasnya

Saat dikelas, suasana di kelas sangat lah ribut, dengan cepat demon dan kevin mengambil obat untuk membersihkan luka carol, sedangkan clara dan jeanny di panggil oleh ketua kelas karna mereka tadi telat dalam mengumpul tugas matematika, dan george di ke kelas musik karena sudah gilirannya untuk tes.

“nih lline obatnya” kata kevin
“sabar ya” kata demon
“udah lah, gk usah, bentar lagi jga darahnya gk ngucur, buat apa di obatin jga” kata carol
“jgan lah, ntar jdi darah beku, udah aku obatin” kata kevin
“aw..” teriak carol
“sakit ya, oke aku pelan-pelan” kata kevin


Beberapa menit kemudian demon dan kevin sudah mengobati luka carol. Dan saatnya carol untuk tes di kelas musik, dengan cepat dia mengambil biolanya, dan memainkan lagfu yang berjudul Love Story, tak dia sangka dia terseleksi untuk dapat mengikuti tes ke tahap berikutnya, sama seperti george yang di terima di tes tahap berikutnya.

“lline, masih sakit?” kata george
“gk jga sih, cman sedikit, tpi aku gk bisa jalan cepet sekarang” jawab carol
“oh aku bisa maklumin kok, ehm, clara mana ya?”
“clara, kayaknya dia lagi ngerjain matematika sama jean.”
“emang kenapa? Mereka belom buat?”
“iya belom buat, karena dia tadi ngajarin aku, jadi telay hehe”
“dasar kamu”
“hehe, eh bisa bantu akuberdiri? Aku mau ke perpustakaan sekarang.”
“perpustakaan? Ngapain?”
“aku mau nyari novel, dari pada gk ada kerjaan.” “udah, gk usah temenin aku gk apa, kamu maen bola aja sana ato maen gitar, aku gk apa kok”
“:tapi, ntar kamu gimana kalo jalan? Kan kata kamu kakimu masih sakit.”
“udah gk apa lah”

Lalu carol menuju ke perpustakaan yaitu di lantai 2 sekolahnya, dengan sabar dan menahan rasa sakit kakinya carol menuju perpustakaan, tetapi saat dia ingin masuk ke perpustakaan, dia lihat ada seorang laki-laki yang bernama felix.

Felix adalah teman carol saat sd, mereka selalu bersama dulu, tapi mereka sudah tidak berkomunikasi lagi. Saat carol ingin menghampiri felix, di lihatnya adaseorang perempuan yang menghampirinya, carol rasa mereka adalah teman dekat, carol jadi ingat dengan kenangan mereka saat bersama dulu saat sd, selalu bersama seperti dai dan 5 temannya yang lain. Karena hal itu, carol tidak jadi masuk ke perpustakaan dan ingin kembali ke kelas.

Saat menuju ke kelas tak di sangka Clara menghampirinya

“alline” kata clara
“eh clara, kamu dari ngerjain mtk ya?” jawab carol
“iya, ini karena kamu hehe tapi gk apa kok”
“eh tadi george nyari kamu, tapi aku blang aja kmu ngerjain mtk”
“jeanny ada di kelas tuh bareng kevin, mereka lagi ngomongin masalah fisika”
“oh gitu ya”
“ehm, gimana kamu masih ke inget masalaah kemaren”
“masalah kemaren?”
“iya, aku tau kok gimana perasaan kamu, aku aja bingung wktu justin tadi kayak gitu sama kamu,”
“oh, itu udah lah lupain aja lah dia, dia cuman udah suka sama yg laen, dia cuman masa lalu aku. tapi ini kan cman rahasia kita berdua masalah tentang aku dan justin, oke jangan ada yang tau”
“masa lalu, bru aja putus kemaren gmaana masa lalu? Haha iya deh janji”

Tiba-tiba

“pengemuman semua, untuk seluruh siswa kwitterlly untuk berkumpul di lapanga sekarang juga” terdengar suara dari speaker

“aduh, ngumpul di lapangan lagi, lline sini ku bantu” kata clara
“alline, kamu gimana? Masih sakit?” kata jeanny
“udah gk apa-apa lagi kok” jawab carol
“oh gitu, tadi gimana tesnya?“ tanya jeanny
“oh, udah kok hehe, aku lulus sama kayak george eheh” jawab carol
“wah, hebatnya, hehehe enak kamu sama george urutanya spuluh ke bawah, aku urutan 20, kevin urutan 15, demon urutan 12, clara urutan 11. enaknya kalian, aku sendirian”
“udah teneng aja, kalian pasti bisa, jadi kita bisa bareng-bareng oke”
“oke”

“duh, nyampe deh kita di lapangan sekarang” kata clara
“ya ampun, rame banget perasaan adek kelas semua ya, mana yg kelas kita” kata jean
“dor” teriak george dari belakang yg berusaha mengagetkan carol
“apa? Mau ngagetin gk bakalan kagetr kok” jawab carol
“oh, gitu gk ska kaget lgi sekarang ya, oke” kata george
“woi” teriak kevin
“kevin” teriak jeanny
“hahaha, mana demon?” tanya clara
“woi, kakak tertua liat sini” teriak demon sambil menyuruh george menghampirinya
“apaan sih” jawab george
“apa? sini deh noleh ke belakang bentar napa?” jawab demon

Akhirnya george menemui demon. Demon pun membisikkan george sesuatu, dan kevin pun binggung dengan yang mereka lakukan.

“huah, panasnya” kata george
“hem, aduh iya ya panas” sambung demon
“ngapain sih kalian?” tanya kevin



“baa” teriak george

Tak di sangka benda yang di bawa demon adalah ular mainan, dan clara paling takut dengan mainan itu, clara pun sambil nangis gk karuan buat minta tolong buat carol ngelindunginnya. Tapi, malah jean yang marah.

“udah gk usah maen-maen dulu kenapa” teriak jean
“iya, iya” jawab demon


Setelah jean marah, clara pun tersenyum dan tidak menangis lagi, kevin pun mempraktekkan eksprisi muka clara yang menangis seperti anak tk, mereka berenam pun tertawa dan sangat gembira.

Tak disangka, dari tadi justin sudah melihat tingkah laku mereka, dia pun tersenyum saat melihat clara tertawa dan tersenyum manis. Dan tak disangka pula, felix berada di depan barisan mereka berenam, felix pun menamun melihat carol sama seperti hal yang di lakukan oleh justin

“perhatian semua untuk seluruh siswa untuk diam sementara” kata guru

“pengumuman apa lagi ini?” kata george
“gk tau gue paling males yg kyak gini” jawab demon
“aduh panas, untung bawa kipas”kata jeanny
“duh, enak kamu ya bawa kipas haha”kata clara
“eh, aku mau duduk nih, gk sanggup buat berdiri”kata carol
“udah ayo kita duduk, klo kena marah biarin dri pada kamu sendirian”jawab kevin
“tapi nanti kalian kena hukum lagi”kata carol
“udah gk usah di pikirin”jawab kevin

Mereka pun duduk di tepi lapangan dan justin masih tetap duduk terdiam disana, suasaana di lapangan sangatlah ribut, dan tak ada seorangpun yang mendengarkan perkataan guru.

“baiklah anak-anak inilah penampilan dari justin girtein” kata guru
“JUSTIN” teriakan dari adek kelas

“siapa itu?” tanya jeanny
“oh, tuh kakak yg ngesok mau bantu si alline tadi tuh” jawab george
“oh kakak itu ya.” Jawab jeanny

“ehm, masih kerenan gue juga” kata demon
“huh, gantengan lo? Gantengan kakak itu kali.”kata clara
“alah, paling banding setengah gantengan jga gue”kata kevin
“alah, ngesok loh”kata clara

Semua orang mengalihkan tujuannya kepada panggung karena tidak sabar dengan penampilan justin yang sebentar lagi akan tampil. Tatapi hanya satu orang yang tidak tergiur untuk melihat panggung yaitu carol

“baiklah apa kabar semua” kata justin

Semua orang berteriak saat mendengar suara jusin

“baiklah ini adalah sebuah lagu yang aku persembahkan untuk seorang perempuan, dia adalah orang yang berharga bagiku, lagu ini untukmu Cotie” kata justin

“cotie?” kata demon dengan aneh
“apa cotie?” teriak semua adek kelas

___________________________________________________

BERSAMBUNG

TUNGGU PART BERIKUTNYA