OK. Mari kita liat cerita sebelumnya di part 1
"kamu enggk apa-apa kan?" kata justin sambil memberikan tangannya yg bermaksud buat membantu carol buat berdiri layaknya seorang pangeran yang ingin menjemput putrinya....
Oke , Now this is FRIENDS part 2
“Ayo, sini aku bantu berdiri” kata justin
“Gk, perlu kok” jawab carol
“sini lline gue bantu lo, berdiri” kata demon
Lalu Carol pun di bantu oleh Demon untuk berdiri, sedangkan justin terdiam karena terasa tercampahkan
“maafin temen aku ya dek, dia orangnya emang terkadang gk terlalu suka dengan kata maaf, apalagi kalo kita nyuruh dia ngomong kata itu” kata justin
“oh gk apa kok kak” kata george
“eh kak laen kali suruh tuh temennya biar bisa ngomong itu, enak aja maen marah doang, yg harusnya marah itu kita” kata kevin
“dah yok lline, sini aku bantu” kata jeanny
“sini llie” sambung clara
“udah ayok kita ke kelas sekarang” kata demon
Mereka pun langsung meninggalkan justin dan juga kantin, justin pun hanya terdiam dan kem,bali ke kelasnya
Saat dikelas, suasana di kelas sangat lah ribut, dengan cepat demon dan kevin mengambil obat untuk membersihkan luka carol, sedangkan clara dan jeanny di panggil oleh ketua kelas karna mereka tadi telat dalam mengumpul tugas matematika, dan george di ke kelas musik karena sudah gilirannya untuk tes.
“nih lline obatnya” kata kevin
“sabar ya” kata demon
“udah lah, gk usah, bentar lagi jga darahnya gk ngucur, buat apa di obatin jga” kata carol
“jgan lah, ntar jdi darah beku, udah aku obatin” kata kevin
“aw..” teriak carol
“sakit ya, oke aku pelan-pelan” kata kevin
Beberapa menit kemudian demon dan kevin sudah mengobati luka carol. Dan saatnya carol untuk tes di kelas musik, dengan cepat dia mengambil biolanya, dan memainkan lagfu yang berjudul Love Story, tak dia sangka dia terseleksi untuk dapat mengikuti tes ke tahap berikutnya, sama seperti george yang di terima di tes tahap berikutnya.
“lline, masih sakit?” kata george
“gk jga sih, cman sedikit, tpi aku gk bisa jalan cepet sekarang” jawab carol
“oh aku bisa maklumin kok, ehm, clara mana ya?”
“clara, kayaknya dia lagi ngerjain matematika sama jean.”
“emang kenapa? Mereka belom buat?”
“iya belom buat, karena dia tadi ngajarin aku, jadi telay hehe”
“dasar kamu”
“hehe, eh bisa bantu akuberdiri? Aku mau ke perpustakaan sekarang.”
“perpustakaan? Ngapain?”
“aku mau nyari novel, dari pada gk ada kerjaan.” “udah, gk usah temenin aku gk apa, kamu maen bola aja sana ato maen gitar, aku gk apa kok”
“:tapi, ntar kamu gimana kalo jalan? Kan kata kamu kakimu masih sakit.”
“udah gk apa lah”
Lalu carol menuju ke perpustakaan yaitu di lantai 2 sekolahnya, dengan sabar dan menahan rasa sakit kakinya carol menuju perpustakaan, tetapi saat dia ingin masuk ke perpustakaan, dia lihat ada seorang laki-laki yang bernama felix.
Felix adalah teman carol saat sd, mereka selalu bersama dulu, tapi mereka sudah tidak berkomunikasi lagi. Saat carol ingin menghampiri felix, di lihatnya adaseorang perempuan yang menghampirinya, carol rasa mereka adalah teman dekat, carol jadi ingat dengan kenangan mereka saat bersama dulu saat sd, selalu bersama seperti dai dan 5 temannya yang lain. Karena hal itu, carol tidak jadi masuk ke perpustakaan dan ingin kembali ke kelas.
Saat menuju ke kelas tak di sangka Clara menghampirinya
“alline” kata clara
“eh clara, kamu dari ngerjain mtk ya?” jawab carol
“iya, ini karena kamu hehe tapi gk apa kok”
“eh tadi george nyari kamu, tapi aku blang aja kmu ngerjain mtk”
“jeanny ada di kelas tuh bareng kevin, mereka lagi ngomongin masalah fisika”
“oh gitu ya”
“ehm, gimana kamu masih ke inget masalaah kemaren”
“masalah kemaren?”
“iya, aku tau kok gimana perasaan kamu, aku aja bingung wktu justin tadi kayak gitu sama kamu,”
“oh, itu udah lah lupain aja lah dia, dia cuman udah suka sama yg laen, dia cuman masa lalu aku. tapi ini kan cman rahasia kita berdua masalah tentang aku dan justin, oke jangan ada yang tau”
“masa lalu, bru aja putus kemaren gmaana masa lalu? Haha iya deh janji”
Tiba-tiba
“pengemuman semua, untuk seluruh siswa kwitterlly untuk berkumpul di lapanga sekarang juga” terdengar suara dari speaker
“aduh, ngumpul di lapangan lagi, lline sini ku bantu” kata clara
“alline, kamu gimana? Masih sakit?” kata jeanny
“udah gk apa-apa lagi kok” jawab carol
“oh gitu, tadi gimana tesnya?“ tanya jeanny
“oh, udah kok hehe, aku lulus sama kayak george eheh” jawab carol
“wah, hebatnya, hehehe enak kamu sama george urutanya spuluh ke bawah, aku urutan 20, kevin urutan 15, demon urutan 12, clara urutan 11. enaknya kalian, aku sendirian”
“udah teneng aja, kalian pasti bisa, jadi kita bisa bareng-bareng oke”
“oke”
“duh, nyampe deh kita di lapangan sekarang” kata clara
“ya ampun, rame banget perasaan adek kelas semua ya, mana yg kelas kita” kata jean
“dor” teriak george dari belakang yg berusaha mengagetkan carol
“apa? Mau ngagetin gk bakalan kagetr kok” jawab carol
“oh, gitu gk ska kaget lgi sekarang ya, oke” kata george
“woi” teriak kevin
“kevin” teriak jeanny
“hahaha, mana demon?” tanya clara
“woi, kakak tertua liat sini” teriak demon sambil menyuruh george menghampirinya
“apaan sih” jawab george
“apa? sini deh noleh ke belakang bentar napa?” jawab demon
Akhirnya george menemui demon. Demon pun membisikkan george sesuatu, dan kevin pun binggung dengan yang mereka lakukan.
“huah, panasnya” kata george
“hem, aduh iya ya panas” sambung demon
“ngapain sih kalian?” tanya kevin
“baa” teriak george
Tak di sangka benda yang di bawa demon adalah ular mainan, dan clara paling takut dengan mainan itu, clara pun sambil nangis gk karuan buat minta tolong buat carol ngelindunginnya. Tapi, malah jean yang marah.
“udah gk usah maen-maen dulu kenapa” teriak jean
“iya, iya” jawab demon
Setelah jean marah, clara pun tersenyum dan tidak menangis lagi, kevin pun mempraktekkan eksprisi muka clara yang menangis seperti anak tk, mereka berenam pun tertawa dan sangat gembira.
Tak disangka, dari tadi justin sudah melihat tingkah laku mereka, dia pun tersenyum saat melihat clara tertawa dan tersenyum manis. Dan tak disangka pula, felix berada di depan barisan mereka berenam, felix pun menamun melihat carol sama seperti hal yang di lakukan oleh justin
“perhatian semua untuk seluruh siswa untuk diam sementara” kata guru
“pengumuman apa lagi ini?” kata george
“gk tau gue paling males yg kyak gini” jawab demon
“aduh panas, untung bawa kipas”kata jeanny
“duh, enak kamu ya bawa kipas haha”kata clara
“eh, aku mau duduk nih, gk sanggup buat berdiri”kata carol
“udah ayo kita duduk, klo kena marah biarin dri pada kamu sendirian”jawab kevin
“tapi nanti kalian kena hukum lagi”kata carol
“udah gk usah di pikirin”jawab kevin
Mereka pun duduk di tepi lapangan dan justin masih tetap duduk terdiam disana, suasaana di lapangan sangatlah ribut, dan tak ada seorangpun yang mendengarkan perkataan guru.
“baiklah anak-anak inilah penampilan dari justin girtein” kata guru
“JUSTIN” teriakan dari adek kelas
“siapa itu?” tanya jeanny
“oh, tuh kakak yg ngesok mau bantu si alline tadi tuh” jawab george
“oh kakak itu ya.” Jawab jeanny
“ehm, masih kerenan gue juga” kata demon
“huh, gantengan lo? Gantengan kakak itu kali.”kata clara
“alah, paling banding setengah gantengan jga gue”kata kevin
“alah, ngesok loh”kata clara
Semua orang mengalihkan tujuannya kepada panggung karena tidak sabar dengan penampilan justin yang sebentar lagi akan tampil. Tatapi hanya satu orang yang tidak tergiur untuk melihat panggung yaitu carol
“baiklah apa kabar semua” kata justin
Semua orang berteriak saat mendengar suara jusin
“baiklah ini adalah sebuah lagu yang aku persembahkan untuk seorang perempuan, dia adalah orang yang berharga bagiku, lagu ini untukmu Cotie” kata justin
“cotie?” kata demon dengan aneh
“apa cotie?” teriak semua adek kelas
___________________________________________________
BERSAMBUNG
TUNGGU PART BERIKUTNYA
Jumat, 16 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar